Hidup itu untuk apa sih? Jadi inget waktu tkt 3
dlu pas hari jumat aq makan siang brg mihoww n geng bionya. Mihoww itu tmn sma
aq yg endutss, doyan makan, capetang, n rame… Waktu itu gara2 mihoww sjak pgi
slera mknnya g abis2, akhirnya salah satu temennya nanya ke dia “Ndutz, kamu
tuh makan untuk hidup atau hidup untuk makan sih?” … :D, klo aq
ditanyain kya gtu aq jawab apa ya? Eemm, makan itu jelaaas, emang buat bertahan
hidup.. tapi, klo hidup sekedar buat makan doang sih, kyanya engga dehhh…
masi banyak hal berharga di dunia yg bisa diraih.. (jawaban jujurnya, makan
coklat buat bertahan hidup
… )
Hidup itu ada 3 tingkatan, hidup hisi, maknawi,
dan ma’ani.
Yang pertama hidup hisi, yaitu hidup untuk hidup.
Aktivitas yang dilakukan pada hidup hisi yaitu usaha-usaha untuk memenuhi
kebutuhan yang mutlak dibutuhkan manusia tuk bisa bertahan hidup, seperti
mencari sandang, pangan, papan, pendidikan, eksistensi diri, dll.
Tingkatan selanjutnya adalah hidup maknawi,
manusia yang menjalani hidup tingkat ini sudah menyadari makna dari hidup,
yaitu tidak sekedar bertahan hidup saja, namun untuk menjalankan tugasnya
sebagai manusia untuk menjadi abid dan khalifah. Pada tingkat ini, walaupun
telah menyadari makna hidup, manusia masih mempunyai dua kecenderungan, menjalankan
hidup hisi atau menjalankan hidup sesuai makna yang sesungguhnya.
Tingkatan teratas yaitu hidup ma’ani, pada tingkat
ini manusia hidupnya benar-benar hanyalah untuk mencari keridhoan Allah, dengan
menjalankan kedua tugasnya, khalifah dan abid. Orientasi hidupnya bukan dunia
lagi, tapi akhirat. Bukan berarti mengabaikan kehidupan dunia, mungkin istilah
yang tepatnya: mengejar akhirat, sedangkan dunia dalam genggaman. Hidup seperti
ini seperti yang dicontohkan oleh para rosul dan sahabatnya… nabi dan rosul
adalah manusia biasa yang makan makanan yg qta makan, dan berkeliaran di
pasar-pasar (maksudnya melakukan perniagaan/ mencari nafkah).. tapi usaha
pemenuhan kebutuhan mutlak sbg manusia tsb, sama sekali tidak melalaikan mereka
terhadap tugas utamanya, tuk jadi khalifah dan abid..
Hidup hisi, merupakan suatu yang mutlak harus
dijalankan manusia untuk bertahan hidup. Tapi apakah akan berhenti pada tingkat
itu saja?
Janji iblis pada Allah, bahwa dia akan menyesatkan
umat Adam. Menyesatkan seperti apa? Iblis menggoda manusia agar manusia lalai
terhadap tugas utamanya, menjadi abid dan khalifah.
Abid apa sih? Abid itu artinya hamba.. seorang
abid mengabdikan dirinya pada ma’bud (yang diibadahi), yang seharusnya adalah
Allah.. (soalnya kdang manusia menjadikan hal lain sebagai ma’bud, contohnya
hawa nafsunya, logika, prasangka, pekerjaan, orang tua, lawan jenis, isme,
prestasi, dll )
Khalifah artinya pemimpin, atau wakil Allah di
muka bumi.. Kerajaan Allah itu terdapat di langit dan di bumi.. Konteks bumi
disini artinya yang nyata terjangkau oleh panca indra qta.. sedangkan langit
adalah dunia yang gaib dan tidak terjangkau oleh panca indra qta.. Allah adalah
Malik, Raja bagi semesta alam, baik di langit dan di bumi. Aparat yang bertugas
di kerajaan Allah di langit adalah para malaikat. Sedangkan di bumi, Allah
memberikan mandat kepada manusia untuk menegakan kerajaan Allah di bumi, me-landing-kan
kekuasaan Allah. Kerajaan Allah tegak, artinya Allah lah yang berkuasa, menjadi
Raja, yang wujudnya berupa diberlakukannya aturan Allah pada setiap bidang
kehidupan manusia.
Pelaksanaan tugas manusia sebagai khalifah dan
abid dicontohkan oleh para Nabi dan Rosul…. Misi apa yg diemban oleh Nabi dan
Rosul, misi itulah yang harusnya juga diemban oleh muslim… mungkin
pr buat qta semua, tuk blajar lebih banyak lagi ttg Islam, seperti
apakah berIslam itu.. tentunya apa yg ada dalam AlQuran
sejak pertama diturunkan tetap sama sampai sekarang, bahkan sampai akhir zaman.
Begitu juga pelaksanaannya, harus tetap mengacu pd apa yg dicontohkan
para Nabi dan Rosul, cannot use "our own way".. makanya
perintah tuk melaksanakan AlQuran selalu beriringan dengan perintah
melaksanakan sunnah para rosul, jadi sepaket, AlQuran & Sunnah…
Kya mahasiswa yg ngerjain tugas dari dosen, tentunya mahasiswa tersebut harus
tau tugasnya itu apa, trus prosedur pelaksanaan tugasnya seperti apa. Baru
bisa dikatakan tunai, jika hasilnya dan prosedur pengerjaannya sesuai
dengan yg ditentukan.
Sebagai manusia, pasti qta juga ingin tunai dalam
melaksanakan tugas… klo mahasiswa yg gagal dalam mata kuliah, masi ada
kesempatan ngulang, tapi klo manusia gagal dalam menjalankan tugasnya………
ga adaaaa…. ga adaaa kesempatan tuk kembali ke dunia, walau hanya sesaat..
karena itulah qta harus mencari tau prosedur yg benar tuk menjalankan tugas
qta, sbg khalifah dan abid.. karena di akhirat hanya ada dua tempat tuk
kembali… surga dan neraka…